Search
Close this search box.
Jumat, 14 Juni 2024

POLUSI partikel halus menyebabkan kematian lebih dari 250.000 orang di Uni Eropa pada 2021. Ini menurut laporan Badan Lingkungan Eropa (EEA) yang diterbitkan Jumat (24/11).

Materi partikulat halus atau PM2.5 adalah istilah untuk partikulat halus yang biasanya merupakan produk sampingan dari knalpot mobil atau pembangkit listrik tenaga batu bara. Ukurannya yang kecil memungkinkan bakteri tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan sehingga memperburuk risiko bronkitis, asma, dan penyakit paru-paru.

“Menurut perkiraan terbaru EEA, setidaknya 253.000 kematian di UE pada 2021 disebabkan oleh paparan polusi materi partikulat halus (PM2.5) di atas konsentrasi yang direkomendasikan WHO,” kata kelompok tersebut.

EEA menambahkan bahwa kematian tersebut, “Dapat dihindari jika konsentrasi partikel halus memenuhi rekomendasi WHO.” Angka tersebut meningkat dibandingkan 2020, ketika partikel halus dikaitkan dengan kematian dini 238.000 orang.

EEA mengatakan peningkatan tersebut dapat dijelaskan oleh meningkatnya paparan terhadap polutan dan sedikit peningkatan angka kematian di Eropa, terutama akibat covid-19. Sebaliknya, tren jangka panjang sebagian besar tetap positif.

Antara 2005 dan 2021, jumlah kematian dini akibat polusi partikel halus turun sebesar 41 poin, menurut laporan tersebut. “Meskipun ada kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir, dampak polusi udara terhadap kesehatan kita masih terlalu tinggi, sehingga menyebabkan kematian dan penyakit yang disebabkan oleh polusi udara,” kata Leena Yla-Mononen, Direktur Eksekutif EEA, dalam penyataan.

Untuk polutan lain, kematian dini akibat paparan nitrogen dioksida (NO2) juga mengalami sedikit peningkatan dibandingkan 2020 mencapai 52.000 pada 2021. Sementara itu, kematian akibat paparan ozon (O3)–yang sebagian besar disebabkan lalu lintas jalan raya dan aktivitas industri–diperkirakan menyebabkan 22.000 kematian dini, sedikit menurun dibandingkan 2020.

Badan itu tidak menjumlahkan angka-angka tersebut, karena mereka yakin hal ini akan menyebabkan kematian dihitung dua kali. Namun, mereka menekankan bahwa polusi udara masih menjadi ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan masyarakat Eropa.

 

sumber : https://mediaindonesia.com/internasional/632339/polusi-udara-penyebab-ratusan-ribu-kematian-di-eropa-pada-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu

berita

Lainnya

© 2024 Nusantara Expost Media. All rights reserved. Design by sukaweb.site